.quickedit{ display:none; }
About Me

Senin, 22 Oktober 2012

RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL SEBAGAI PROGRAM PENDIDIKAN




Makalah Kelompok

RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL
 SEBAGAI PROGRAM PENDIDIKAN
Disusun oleh:
MUH DAHYAR








JURUSAN PENDIDIKAN SOSIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2012/2013


KATA PENGANTAR
           
Segala puji syukur bagi Allah Swt yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat  menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini memuat tentang “Ruang Lingkup Ilmu Sosial Sebagai Program Pendidikan ”. Penulis  juga mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen yang telah membimbing dalam penulisan makalah ini sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan -kekurangan. Oleh sebab itu, kepada para mahasiswa lainnya penulis mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan pada makalah yang lainnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para mahasiswa pada umumnya.






Makassar, 26 Mei 2012


Penulis

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................................    i
DAFTAR ISI......................................................................................................................    ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG...........................................................................................    1
B.     RUMUSAN MASALAH......................................................................................    2
C.     TUJUAN................................................................................................................    2
D.    METODE PENULISAN.......................................................................................    2
BAB II PEMBAHASAB
A.    RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL
 SEBAGAI PROGRAM PENDIDIKAN
1.      Masalah kependudukan dan hubungan dengan perkembangan
 masyarakat dan kebudayaan.....................................................................    3
2.      Hubungan negara dan warga Negara........................................................    6
3.      Hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.......................    8
4.      masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan...........................................    9
BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN .....................................................................................................    11
B.     SARAN .................................................................................................................    11

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................    12




ii





 



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari sosial manusia di lingkungan sekitar seperti sosiologi, ekonomi, politik, antropologi sejarah, psikologi, geogrofi dll. Dari perkembangan ilmu sosial timbul paham study sosial yang disebut ilmu pengetahuan sosial. IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan dari sejumlah mata pelajaran sosial. Yang termaksud pada pelajaran IPS, yaitu geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi, antropologi dll.
Ilmu Sosial adalah gabungan dari disiplin ilmu sosial yang digunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar kita. Ilmu Sosial  memberikan dasar – dasar pengetahuan tentang konsep untuk mengkaji gejala sosial.
Yang menjadi latar belakang dalam penulisan makalah Ruang lingkup ilmu sosial dalam program pendidikan khususnya di Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut:
1)      Banyaknya kritik yang ditunjukkan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi bahwa sistem pendidikan yang diberikan masih berbau kolonial dan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda. Yang pendidikannya bertujuan untuk menghasilkan tenaga terampil untuk menjadi tukang yang mengisi birokrasi mereka.
2)      Sistem pendidikannya masih tidak mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin keilmuannya. Perguruan tinggi dianggap seolah – olah tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya sertak perkembangan masyarakat





B.     RUMUSAN MASALAH
a.       Jelaskan Ruang Lingkup Ilmu Sosial sebagai Program  pendidikan.
C.     TUJUAN PENULISAN
a.       Memberikan sebuah informasi dan pemahaman kepada para mahasiswa tentang ruang lingkup ilmu sosial sebagai program pendidikan.
D.    METODE PENULISAN
Dalam penulisan makalah ini kami menggunakan metode pustaka dan melalui internet untuk mendapatkan berbagai literatur yang berhubungan dengan materi makalah.














BAB II
PEMBAHASAN
A.    RUANG LINGKUP  ILMU SOSIAL SEBAGAI  PROGRAM PENDIDIKAN
Ada 2 masalah yang dipakai sebagai pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan mata kuliah Imu Sosial sebagai Program Pendidikan yaitu sebagai berikut:
a)         Berbagai aspek yang merupakan suatu masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri atau pendekatan gabungan antar bidang.
b)         Adanya keragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat.
Berdasarkan ruang lingkup di atas masih perlu penjabaran untuk bisa  dioperasionalkan ke pokok bahasan dan sub pokok bahasan. Yaitu :
a)      Mempelajari adanya berbagai masalah kependudukan dan hubungan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
b)      Mempelajari hubungan antar warga negara dan negara.
c)      Mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.
d)     Mempelajari masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan.
1.      Masalah kependudukan dan hubungan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan
a)      Masalah kependudukan dan hubungan dengan perkembangan masyarakat

  Perubahan Sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur sosial atau organisasi sosial. Perubahan Sosial meliputi perubahan teknologi, perilaku, norma, pola-pola, dan keyakinan. Perubahan Kebudayaan adalah perubahan yang mencakup semua bagian kebudayaan baik kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, maupun bentuk serta aturan organisasi sosial ataupun dapat berupa perubahan kebiasaan dalam masyarakat itu sendiri.
   Perubahan – perubahan sosial dalam masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi. Selain itu, perubahan terdapat pula pada susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, serta interaksi sosial.
Latar belakang terjadinya perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat bisadisebabkan faktor dari dalam dan dari luar masyarakat itu. Adapun penyebab perubahan sosial dan budaya yang berasal dari dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut :
a.       Perubahan Jumlah Penduduk
Perubahan yang dimaksud adalah bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk. Program transmigrasi yang dijalankan pemerintah dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan masyarakat yang didatangi. Masyarakat pendatang cepat atau lambat, disadari atau tidak akan mempengaruhi atau terpengaruh budaya di tempat tersebut.
b.      Pertentangan Masyarakat ( Konflik )
Pertentangan yang membawa perubahan sosial budaya bisa berupa pertentangan pribadi ataupun kelompok.
c.          Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi
Pemberontakan atau revolusi dalam sebuah negara akan membawa perubahan sosial dan kebudayaan masyarakat. Kebijakan pemerintah lama selaku penguasa yang ditumbangkan akan diganti oleh kebijakan pemerintah yang baru.
d.         Penemuan Baru
Adanya penemuan baru dalam masyarakat baik itu berupa ilmu pengetahuan maupun teknologi mempengaruhi dan membawa perubahan dalam masyarakat itu. Penemuan tersebut akan membawa perubahan kebudayaan dan sosial masyarakat.
Adapun penyebab perubahan sosial dan budaya yang berasal dari luar masyarakat, antara lain sebagai berikut :

a.       Peperangan
Dalam peperangan, negara yang menang akan berkuasa terhadap negara yang kalah. Negara pemenang akan membawa kebudayaannya ke negara yang dikalahkan. Hal itu secara lambat atau cepat akan membawa perubahan kehidupan sosial budaya dan politik negara yang didudukinya.
b.      Lingkungan Alam Fisik yang Ada di Sekitar Manusia
Perubahan sosial dan kebudayaan yang berasal dari lingkungan alam fisik, antara lain adanya gempa bumi, gunung meletus, dan banjir. Hal itu mengakibatkan masyarakat harus mengungsi meninggalkan kampung halamannya yang tertimpa bencana. Masyarakat pengungsi harus menyesuaikan diri dengan kehidupan sosial dan budayanya di tempat baru tersebut.
c.       Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain
Kontak kebudayaan antar masyarakat akan menyebabkan pengaruh positif dan negatif. Contohnya, kontak kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Barat ( Eropa ). Pengaruh positif berupa transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan pengaruh negatif berupa sikap ke barat-baratan ( westernis ) sekelompok anak muda
b)      Hubungan Antara Masalah Penduduk Dengan Perkembangan Kebudayaan
Masyarakat dengan kebudayaan tidak akan lepas dari perubahan. Perubahan dapat terjadi karena ada faktor pendorongnya, tetapi bisa juga terhambat karena banyak faktor. Adapun faktor pendorong terjadinya perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut.
1)      Kontak Dengan Kebudayaan Lain
 Salah satu contoh kontak dengan kebudayaan lain adalah difusi. Difusi merupakan proses persebaran unsur kebudayaan dari individu satu kepada individu lain dan dari masyarakat satu ke masyarakat lain.
2)      Sistem Pendidikan Formal Yang Maju
 Kualitas pendidikan yang tinggi mampu mengubah pola pikir masyarakat. Masyarakat yang berpendidikan akan lebih rasional dalam berpikir dan bertindak.
3)      Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Keinginan untuk Maju
Masyarakat yang bersikap menghargai hasil karya orang lain akan membuat orang terdorong untuk melakukan penelitian. Dengan demikian, akan menghasilkan sebuah karya yang berguna bagi masyarakat.
4)      Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat
Masyarakat dengan sistem lapisan yang terbuka cenderung lebih mudah mengalami perubahan daripada masyarakat dengan sistem lapisan tertutup. Masyarakat akan cenderung memberikan kesempatan berkarya bagi insan – insan potensial.



5)      Penduduk yang Heterogen
Penduduk heterogen berarti penduduk yang latar belakang kebudayaan, ras, dan ideologinya berbeda. Perbedaan yang mungkin sukar untuk disatukan lebih banyak mendatangkan konflik yang mengundang kegoncangan sehingga terjadi perubahan.
2.      Hubungan negara dan warga Negara
   Menurut ahli kenegaraan Oppenheimer dan Lauterpacht, suatu Negara harus memenuhi syarat-syarat : rakyat yang bersatu, daerah atau wilayah pemerintahan yang berdaulat, dan pengakuan dari Negara lain. Sedangkan menurut Konvensi Montevideo (Uruguay) tahun 1933 yang merupakan Konvensi Hukum Internasional, Negara harus mempunyai empat unsur konstitutif, yaitu:
a.      Harus ada penghuni (rakyat, penduduk, warga Negara) atau bangsa (staatsvolk)
b.        Harus ada wilayah atau lingkungan kekuasaan
c.       . Harus ada kekuasaan tertinggi (penguasa yang berdaulat) atau pemerintahan yang berdaulat
d.      Kesanggupan berhubungan dengan Negara lain
  • Rakyat : merupakan unsur terpenting Negara, karena rakyatlah yang pertama kali berkehendak membentuk Negara. Secara politis, rakyat adalah semua orang yang berada dan berdiam dalam suatu Negara atau menjadi penghuni Negara yang tunduk pada kekuasaan Negara itu. Negara sebagai suatu identitas adalah abstrak, yang tampak adalah unsur-unsur negara yang berupa rakyat, wilayah, dan pemerintah. Salah satu unsur negara adalah rakyat. Rakyat yang tinggal diwilayah negara menjadi penduduk negara yang bersangkutan. Warga Negara adalah rakyat yang menetap di suatu wilayah dan rakyat tertentu dalam hubungannya dengan Negara. Dalam hubungan antara warga Negara dan Negara, warga negara mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap Negara dan sebaliknya warga Negara juga mempunyai hak-hak yang harus diberikan dan dilindungi oleh Negara.  Dalam hubungan internasional di setiap wilayah Negara selalu ada warga Negara dan orang asing yang semuanya disebut penduduk. Setiap warga Negara adalah penduduk suatu Negara, sedangkan setiap penduduk belum tentu warga Negara, karena mungkin seorang asing. Sedangkan seorang asing hanya mempunyai hubungan selama dia bertempat tinggal di wilayah Negara tersebut.
Kriteria Menjadi Warga Negara:
1)      Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia
2)      Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing
3)      Kriterium Kelahiran
4)      Naturalisasi dan Pewarganegaraan

Pasal yang Tercantum di dalam UUD 45 Tentang Warga Negara

Pasal 26
Orang-orang bangsa lain, misalnya orang peranakan Belanda, peranakan Tionghoa, dan peranakan Arab yang bertempat kedudukan di Indonesia, mengakui Indonesia sebagai tanah airnya dan bersikap setia kepada Negara, Republik Indonesia dapat menjadi warga negara.
Pasal 27, 30, dan 31
Telah jelas. Pasal-pasal ini mengenai hak-hak warga negara.
Pasal 28, 29, dan 34
Pasal ini mengenai kedudukan penduduk. Pasal-pasal, baik yang hanya mengenai warga negara maupun yang mengenai seluruh penduduk membuat hasrat bangsa Indonesia untuk membangunkan negara yang bersifat demokratis dan yang hendak menyelenggarakan keadilan sosial dan perikemanusian.
Pasal - Pasal  yang Tercantum di dalam UUD 45 Tentang Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia 
Pasal 27 Sampai 37
Hak Warga Negara Indonesia
a.       Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
b.      Hak membela negara
c.       Hak berpendapat
d.      Hak kemerdekaan memeluk agama
e.       Hak mendapatkan pengajaran
f.       Hak utuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional indonesia
g.      Hak ekonomi untuk mendapat kan kesejahteraan sosial
h.      Hak mendapatkan jaminan keadilan social
Kewajiban Warga Negara Indonesia
a.       Kewajiban mentaati hukum dan pemerintahan
b.      Kewajiban membela negara
c.       Kewajiban dalam upaya pertahanan Negara

3.      Hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat
Kesamaan derajat itu merupakan sesuatu yang bisa dikatakan atau sesuatu yang selalu berhubungan dengan status. Kesamaan derajat terkadang dapat membuat seseorang merasa menjadi lebih berwibawa, dan biasanya orang yang mempunyai sifat seperti itu rasanya dia ingin selalu disegankan di sekitar atau di lingkungan tempat tinggalnya. Sifat yang seperti ini sangat tidak baik. Dalam hidup bertetangga kita jangan sampai mempunya sifat yang seperti itu, karna itu akan membuat hubungan antar tetengga menjadi tidak harmonis dan itu rasanya sangat tidak enak dan nyaman. Dalam hidup bertetangga kita harus selalu tanamkan prinsip bahwa apa yang kita inginkan harus sesuai dengan apa yang kita rasakan. Pelapiasn social bisa kita sebut sebagai sebuah urutan atau tingkatan , pelapisan sosial bisa dikatakan sama dengan kesamaan derajat, ke dua-duanya  memiliki tali hubungan yang erat , karena kedua hal ini sangat berkaitan antar yang satu dengan yang lain.maka dari itu, semua atau sebagian orang yang mengkritik hal ini , karena bila tak mengkritik , orang itu bias dikatakan akan keterlaluan terhadap semua hak dan kewajiban yang harus dibagi sama ratakan terhadap semua orang, tetapi semua itu kembali pada individual masing-masing atau pribadi diri kita, karena semua itu kita yang melakukan dan melaksanakan jadi kita juga yang akan rasakan jika kita biasa melakukan sesuai  yang ditetapkan.
Banyak sekali contoh kejadian yang menggambarkan tentang hubungan antara pelapisan sosial dengan kesamaan derajat. Salah satu contoh dalam lingkungan kita, kita dapat temukan hal ini di lingkungan kita sendiri, bagi orang yang memiliki lapisan social tertinggi di lingkungannya , maka orang itu juga akan mendapatkan sesuatu yang istimewa di masyarakatnya, seperti dihormati , dihargai , serta memiliki wibawa yang sangat tinggi,   karena mereka memiliki tempat atau derajat yang sangat dihormati ,tetapi semua itu kembali terhadap kepada individu. Masih banyak contoh lainya, pelapisan social dam kesamaan derajat memiliki cangkupan yang sangat luas , kita akan temukan dalam mendapatkan pekerjaan , dalam memilih pasangan pun terkadang dilihat dari hal ini. Oleh karena itu , kita sebagai manusia harus bersikap adil terhadap sesama manusia ,kita satu jenis ciptaan ALLAH yang memiliki jenis pria dan wanita, marilah berbagi terhadap sesama, berlaku adil untuk mencapai semuanya.

4.      masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan
1)      Pengertian dan Ciri-diri masyarakat Desa
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia membentuk suatu kelompok. Kelompok tersebut menjadi lebih besar sehingga kemudian membentuk masyarakat, dan kemudian menempati suatu wilayah yang tetap maka muncullah desa. Desa juga dapat berawal dari suatu tempat yang dianggap keramat, adanya sumber air, pertambangan, pertambakan, dan lain-lain, bahkan ada yang berasal dari lokasi di antara dua desa yang saling berhubungan. Desa ini tidak dapat tumbuh jika tidak ada suatu ikatan antara satu penduduk dengan penduduk lainnya.
Adapun cirri-ciri yang menonjol bagi masyarakat pedesaan, antara lain sebagai berikut :
  1. Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila di bandingkan masyarakat kota.
  2. Sistem kekeluargaan umunya berkelompok sesuai dengan dasar kekeluargaan (Gemeinschaft atau paguyuban).
  3. Sebagian besar warga pedesaan hidup dari pertanian.
  4. Masyarakat pedesaan bersifat homogen, seperti pada hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan lain sebagainya.





2)      Permasalahan di Desa
Masalah-masalah yang serong timbul bagi masyarakat pedesaan adalah antara lain sebagai berikut :
a. Pertentangan (kontroversi)
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan(adat istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan gung-guna (black magic).
b. Pertengkaran (konflik)
Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi di masyarakay pedesaan biasanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan senagainya. Pertengkaran ini juga di sebabkan karena rumah warga pedesaan saling berdekatan dan tanpa di beri pembatas(pagar), sehingga mereka akan sering bertemu dan peristiwa-peristiwa terjadinya peledekan dan ketegangan amat banyak terjadi.
c. Persaingan (kompetisi)
Kompetisi ini ada yang bersifat positif dan ada yang ersifat negatif. Apa bila kompetisi yang bersifat positif maka itu akan menambah erat tali persaudaraan di antara masyarakat pedesaan, namun apabila kompetisi ini bersifat negatif, maka akan menimbulkan permasalahan yang mungkin akan berujung pada pertengkatran.
d.  Kemiskinan
Apabila berbicara tentang masalah masyarakat pedesaan, maka tidak akan pernah lepas dai masalah kemiskinan. Karena umur kemiskinan sama dengan umur umat manusia.




BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari sosial manusia di lingkungan sekitar seperti sosiologi, ekonomi, politik, antropologi sejarah, psikologi, geogrofi dll. Dari perkembangan ilmu sosial timbul paham study sosial yang disebut ilmu pengetahuan sosial. IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan dari sejumlah mata pelajaran sosial. Yang termaksud pada pelajaran IPS, yaitu geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi, antropologi dll. Ada 2 masalah yang dipakai sebagai pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan mata kuliah Imu Sosial sebagai Program Pendidikan yaitu, Berbagai aspek yang merupakan suatu masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri atau pendekatan gabungan antar bidang, Adanya keragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat
B.     SARAN
Dengan mengetahui ruang lingkup pembahasan mengenai Ilmu Sosial penulis berharap semoga makalah  ini bermanfaat bagi pembaca khususnya mengenai adanya berbagai masalah kependudukan dan hubungan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan, hubungan antar warga negara dan Negara, hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat, masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan.
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca  demi kesempurnaan pembuatan makalah selanjutnya.







DAFTAR PUSTAKA

Sardiman A.M. Endang Mulyani. Dyah Respati Suryo. 2006. Khazanah Ilmu Pengetahuan Sosial 3. Solo : Tiga Serangkai.)
http://niasonline.net/2007/10/06/kepala-brr-nias-permasalahan-masyarakat-di-desa-hanya-persulit-proses-r-r/






0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About